Catatan si Fulan adalah catatan pengalaman pribadi penulis, sebagai bahan renungan, introspeksi dan juga inspirasi. Semoga bermanfaat.
Tlekung, satu nama desa yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan pegiat kerohanian Islam di lingkungan kampus (baca: aktivis dakwah kampus). Pasalnya, desa ini kerapkali digunakan oleh mereka, para ADK, untuk mengadakan pelatihan kader, mencetak kader-kader yang kelak mampu menjalankan tugas dakwah dengan sebaik-baiknya.
Hari Ahad yang lalu, 28 Februari 2010, si Fulan mendapat kesempatan untuk berkunjung ke desa ini, ditemani oleh salah seorang sahabatnya. Tercatat, sudah hampir empat kali si Fulan menginjakkan kakinya di desa yang terkenal dengan situs gua Jepang ini. Kedatangan si Fulan dan sahabatnya adalah untuk melihat kegiatan pelatihan kader yang dilaksanakan oleh rekan-rekannya yang tergabung dalam salah satu lembaga kerohanian Islam kampus; sedangkan si Fulan dan sahabatnya ini dulunya pernah ikut nangkring di lembaga tersebut.
Tak lupa, si Fulan juga ditemani ‘asisten’ pribadinya, Canon Powershot A480 yang baru saja ‘sembuh’ dari ‘sakit’nya. Si Fulan, ‘asisten’ dan juga sahabatnya begitu merasakan kesegaran alam di desa ini, hutan yang sejuk dan jauh dari suara-suara bising; mampu menghilangkan kepenatan diri dan kekeringan jiwa. Hmm….
Nah, berikut adalah beberapa foto oleh-oleh si Fulan yang diabadikan oleh ‘asisten’nya, hanya sekedar berbagi informasi tentang desa ini.
- Ini adalah masjid yang biasa digunakan untuk kegiatan pelatihan kader, namanya masjid apa, si Fulan lupa nanya..
- Klo yang ini, ini adalah sekolah TK yang digunakan untuk menginap rekan-rekan si Fulan.
- Kawasan hutan ini biasanya digunakan untuk kegiatan outbond, satu rangkaian dalam kegiatan pelatihan kader..
- Tuh, mereka adalah para pelaku out bond. Fisik sengaja disamarkan untuk menjaga identitas mereka, karena mereka adalah agen-agen rahasia.. (halaaah..)
- Dan ini yang dikenal dengan nama gua Jepang. Mengapa disebut demikian, karena konon katanya, gua ini adalah jalur yang menghubungkan desa Tlekung dengan negara Jepang. Eh, salah! Maksudnya, gua ini dulunya dibuat oleh pemerintah Jepang yang sedang menjajah negara kita..
- Di kawasan hutan ini, banyak terdapat makhluk penghisap darah yang tidak pandang bulu memilih mangsanya. Buktinya, sahabat si Fulan menjadi korbannya.. maka waspadalah! Jika anda berada di tempat ini.
- Selain itu, ada juga binatang buas bergigi tajam. Tapi ia tak akan mengganggu jika tidak diganggu; tidak akan menggigit jika tidak digigit.. hehe..
Binatang ini adalah peliharaan masyarakat sekitar yang tugasnya menjadi sekuriti ladang-ladang milik masyarakat.
Nah, beberapa foto tersebut hanya sedikit informasi yang bisa dibagi oleh si Fulan. Jika ada yang kurang lengkap dan kurang berkenan, si Fulan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Foto-foto lain yang diambil di Tlekung dapat dilihat di Koleksi Foto #2 nomor 0037-0042.
#tulisannggakpentingjangandibacaapalagidikomentari!
Malang, 1 Maret 2010

















Assalamu’allaikum Wr.Wb
Memang,saat outbond kmarin,si burung mmbwa kbar bhwasanya ad 2 inspektorat senior yg dtang, tp sayangnya an kurang bruntung td bs brsua dgn insan-insan istimewa tsb.Pdhal,mungkin akan sangat menyenangkn bila qt bs brtatap muka pd saat itu,aplg kl qt mmbuat sbuah diskusi kbangsaan brsama-sama smbari mentadzaburi indahnya Alam ciptaanNYA, pasti akan smakin capcuz…
Smg qt sering dpertemukan dlm nuansa-nuansa tarbiyah ukhuwah rihlah sperti saat-saat itu lg..
Warm Regard,.
(Cah Al-Fatah)
sarang teroris ya? wih ngeri tuh…
^_^
nice adventure neyy …
linkback y …
tempat yang indah bro..
pengen kesana..
@bagus
amiin Ya Rabb.. (cah medhioen)
@mbah jiwo
lha ini terorisnya lg komen.. hehe,, maap-maap mbah.. *_*
@shafiqah
siiip.. ^_^
@travelinous
hayuukks bro..