Muqaddimah, sekedar pengantar.

2 04 2008

Baru hari ini, 2 April 2008, bertepatan dengan hari Rabu, saya coba mbuat coretan di blog. Walaupun proses sign up di WordPress sudah lama saya lakukan. ketertarikan saya terkait dengan apa yang saya lakukan disebabkan oleh sebuah kekaguman akan perkembangan IT, khususnya dunia maya yang sangat pesat. Ketika mencoba berjalan-jalan santai di dunia maya, banyak yang saya temukan di sana. Namun, yang paling mengagumkan adalah tulisan-tulisan pribadi yang dimuat dalam sebuah ’rumah kecil’ bernama webblog. Macem-macem isinya, ada yang ngajak baik, ada yang ngajak jelek, ada yang sekedar curhat dg uneg-unegnya, ada yang saling ngasih nasehat, ada yang debat dan saling menjatuhkan, de el el. Pokoknya semua ikut meramaikan dunia baru ini.

–Kadang saya bertanya pada diri, ketika ’rumah-rumah’ dan ’gedung-gedung’ telah banyak dibangun di dunia maya, lantas seluas apakah dunia maya itu?? Ada yang tau…or pernah ngukur..(mungkin Pak Roy Suryo tahu…)—

Akhirnya saya juga pengen ikut ngramein..hehe..

Rumah Kecil’ku telah ku bangun..terus mau saya isi apa ya..bingung nih..

Mau buat postingan, gak ada yang mau diposting. Gara-garanya gak punya tulisan dan gak bisa nulis, duch malu..(salah satu kelemahan mahasiswa seperti saya)..

Tiba2 saya ingat motivasi dari senior, Mbak … yang mengatakan bahwasannya setiap orang tu punya potensi untuk menulis..tapi terkadang dirinya sendiri yang membunuh potensi tersebut. Misalnya sebuah pisau, kalau tidak pernah diasah maka ia akan tumpul dan gak bisa dipake motong..sama halnya otak. Kalo gak pernah diajak berpikir dan menuangkan hasil pikiran ke dalam sebuah tulisan, maka ia juga akan tumpul. Mau?

Mengasah potensi perlu kesabaran. Sedikit demi sedikit, lama-lama dapet duit, eh, jadi bukit….

Masih ingat Ibnu Hajar Al-Asqalani, yang termotivasi untuk terus belajar dan mengasah otaknya karena melihat sebuah batu besar yang berlubang akibat tetesan-tetesan air? Ini menunjukkan, belajar membutuhkan waktu yang lama…

Kita semua sebenarnya punya potensi, khususnya dalam hal menulis. So, mari kita asah potensi kita dalam hal menulis, syaratnya perlu banyak2 membaca. Dan apa yang kita tulis harus bisa memberikan manfaat dan perbaikan pada diri orang yang membaca. Kalo orang lain gak ada yang mau mbaca tulisan kita, ya kita baca sendiri aja…hehe..

Menulis untuk dibaca, dan membaca untuk bisa menulis…

Wallahu a’lam.


Aksi

Information

2 responses

11 05 2008
afriz

dakwah jg bth teknologi..
bg2 ilmux buat forkimers yg lain y..

14 05 2008
erfandi

InsyaAllah mbak Afriz..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: