Romadhon Penuh Makna

6 09 2008

Alhamdulillah..Puji Syukur kita haturkan kepada Allah yang masih memberikan kesempatan bernafas dan kesempatan merasakan hangatnya suasana Romadhon. Ya, Romadhon, bulan suci yang penuh berkah dan maghfiroh yang di dalamnya Allah mewajibkan kepada orang-orang mukmin untuk menjalankan puasa dan di dalamnya pula Allah menurunkan Kitab Suci Al-Quran kepada Nabi Muhammad yang ummi sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.

Menyambut Romadhon: Penilaian Terhadap Diri
Sya’ban berlalu, Romadhon pun tiba. Tak seorang pun dapat menghindar untuk menemuinya. Khususnya umat Muslim di seluruh dunia, semua menyambut kedatangan tamu agung ini meskipun dengan beragam cara dan sikap mereka masing-masing. Secara individu, ada yang menyambut dengan senang hati, ada yang susah dan ada juga yang biasa-biasa saja. Kelompok yang disebutkan terakhir menganggap Romadhon tak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain. Banyaknya keistimewaan yang diberikan oleh Allah terasa biasa saja bagi dirinya. Walhasil, ia menjalani romadhon sama seperti ia menjalani hari-hari lain di luar Romadhon, tiada yang istimewa.
Bagi orang yang susah saat Romadhon tiba, ia merasa Romadhon adalah beban bagi dirinya. Khususnya dalam melaksanakan puasa. Puasa dilakukan hanya untuk kedok diri agar orang tetap menganggap dia sebagai muslim yang taat. Atau bahkan ada yang tidak berpuasa sama sekali, sehingga ia merasa susah memikirkan bagaimana ia memenuhi makan tiap harinya, di mana ia harus bersembunyi saat makan dan hal-hal lain yang membuat dirinya tidak sebebas hari biasa.
Selanjutnya adalah orang-orang yang merasa senang dengan datangnya bulan Romadhon. Sebabnya pun beragam, ada yang senang karena Romadhon merupakan peluang bisnis, baik bisnis berskala kecil maupun bisnis skala besar. Dari berjualan di pinggir jalan menjelang buka puasa hingga produksi lagu-lagu dan sinetron yang bernuansa Islami. Keduanya bisa meraup untuk berlipat dibanding hari-hari biasa.
Ada pula yang senang menyambut Romadhon karena mengetahui bahwa Allah memberikan sesuatu yang lebih di bulan tersebut.
Ia mengetahui bahwa pintu-pintu surga dibuka dikarenakan banyaknya amal saleh dari orang-orang mukmin sehingga memicu dirinya untuk lebih banyak melakukan amal saleh.
Ia mengetahui pintu-pintu neraka ditutup sebagai rahmat bagi orang-orang mukmin dikarenakan sedikitnya maksiat, maka ia pun menghindari maksiat.
Ia mengetahui bahwa Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi orang-orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala Allah, maka ia berpuasa dengan penuh iman (imanan) dan pengharapan akan pahala dari Allah (ihtisaban) tersebut.
Ia mengetahui bahwa orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah, maka ia berpuasa dengan sebaik-baiknya agar perjumpaan dengan Allah benar-benar ia peroleh kelak.
Ia pun mengetahui masih banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah selama bulan Romadhon, maka ia pun berusaha semampu dan sebaik mungkin untuk meraih keistimewaan tersebut.
Itulah yang membuat dirinya senang. Senang dengan kemuliaan Romadhon, senang dengan kemurahan Rabbnya, dan senang dengan sebaik-baik bekal yang telah dijanjikan oleh Allah (dalam Al-Baqoroh: 183) yaitu predikat taqwa.
Beragamnya cara dan sikap dari masing-masing individu muslim dalam menyambut Romadhon merupakan cerminan dari diri pribadi muslim tersebut. Setiap perasaan yang muncul menunjukkan seberapa jauh keimanan kita kepada Allah. Dan sekarang, kita tidak dituntut untuk menilai orang lain, tetapi kita dituntut untuk menilai diri sendiri akan cara dan sikap kita saat Romadhon datang menghampiri kita. Senang, susah atau biasa-biasa saja. Kalaupun kita merasa senang, maka pertanyakan kembali, senangnya disebabkan apa.


Aksi

Information

One response

14 10 2008
gagukjelek

assalamu’alaikum

lupa klo punya guru yg ngajari bikin blog…
he..
oiya minal aidzin wal faidzin
met aidil fitri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: