Si Fulan dan ‘Amplop’ Pemilu (2)

16 05 2009

images2Jika kemarin si fulan telah menegaskan untuk tidak menerima ‘amplop’ pemilu, sekarang ia merasa prihatin dengan pelaksanaan pemilu 9 April lalu. Pasalnya, tidak sedikit para caleg yang membagi-bagi ‘amplop’ dan sejenisnya kepada masyarakat agar mau mencontreng namanya saat pemilihan berlangsung. Fakta ini bisa dikatakan terjadi hampir di semua daerah. Di kampung si fulan, kampung S, terbukti seorang caleg melalui perwakilannya membagi-bagikan ‘amplop’ malam hari menjelang pemilihan berlangsung. Hal ini diutarakan oleh seseorang yang ditemui si fulan saat mengantri di TPS. “ya mau gimana lagi mas, masak malam-malam ada yang ngetuk pintu, gak dibukakan..”. Akhirnya, dengan agak sungkan, orang tersebut menerima uluran tangan dari sang perwakilan caleg. Alhamdulillah… Lebih parahnya lagi, ada yang mengatakan bahwa itu termasuk shodaqoh. Shodaqoh yang diberikan si kaya kepada orang lain, baik yang kaya maupun yang miskin. Hanya Allah yang tahu isi hati mereka. Keprihatinan si fulan bertambah saat mendengar perilaku aneh dari para caleg yang gagal meraih kursi di dewan. Perilaku yang terkadang membuat kita tertawa, dan juga bersedih. Ada caleg yang linglung, tidak mau bicara atau sebaliknya, karena stress tak kuasa menerima keadaan yang menimpa dirinya. Akhirnya ia dibawa ke rumah sakit jiwa. Ada caleg putri yang nekat mengakhiri hidupnya dengan ‘harakiri’, gantung diri di rumah sendiri, meskipun perutnya sedang mengandung jabang bayi. Dosa apa ini.. Ada pula yang menarik kembali sumbangannya di mushola, karpet dan juga batu bata, karena hanya sedikit warga yang mencontreng dirinya. Apa yang tuan pikirkan…? Mungkin, mereka telah ber’korban’ banyak untuk memenangkan pertarungan. Tanah dijual, rumah digadaikan, ternak, perhiasan dan sebagainya telah diuangkan untuk membiayai itu semua. Atau mungkin, pos anggaran terbesar mereka adalah untuk bagi-bagi ‘amplop’? Si fulan pun terdiam sambil mengelus dada.. Jum’at siang, si fulan duduk di shof terdepan di masjid tak jauh dari tempat tinggalnya. Mendengar bait-bait khutbah yang sangat rugi untuk dilewatkan. Khotib menyampaikan tentang 3 dosa besar yang pernah terjadi pada permulaan sejarah umat manusia, yaitu sombong, tamak dan iri hati. Kesombongan yang pernah dilakukan iblis yang enggan bersujud kepada Adam. Ketamakan Adam yang memakan buah terlarang atas bujuk rayu iblis. Dan iri hati Habil kepada saudaranya, Qabil yang berujung pembunuhan. Tiga dosa yang tentunya sangat mungkin terjadi pada diri kita. Si fulan pun merinding. Bisa jadi ketiganya masih bersemayam dalam hatinya. Namun, dari ketiga dosa tersebut, yang paling di khawatirkan oleh si fulan adalah kesombongan (takabbur). “Tidak akan masuk sorga, orang yang di hatinya masih terdapat sebiji dzarrah sifat kesombongan”, begitu kata Rasululloh. Khotib melanjutkan dengan ungkapan renungan, Bisa jadi kita memiliki harta yang lebih banyak dari orang lain, sehingga kita merasa lebih kaya dari yang lain. Bisa jadi kita memiliki ilmu yang lebih tinggi dari orang lain, sehingga kita merasa lebih pandai, lebih ‘alim dibanding yang lain. Bisa jadi kita memiliki jabatan lebih tinggi dari orang lain, sehingga kita merasa lebih terhormat dari yang lain. Lebih parahnya lagi, jika kita merasa lebih dekat kepada Allah dibandingkan orang lain..Na’udzubillahi min dzalik.. “Ya Robb, jauhkanlah aku dari sifat sombong, tamak dan iri hati..” ucap si Fulan. Semoga kita semua terhindar dari malapetaka ini. Amiin.. Wa laa tamsyi fil ardli maraha.. Wassalamu ‘ala manittaba’al huda..


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: