Nurrochim and The Master: Inspirasi Sejenak

10 06 2009

nurrochim01Sebuah inspirasi, bisa datang dari siapa saja. Apakah ia orang miskin ataukah orang kaya, apakah ia tinggal di desa ataukah hidup di kota, apakah ia orang terpandang ataukah orang biasa, semua bisa menjadi inspirasi bagi kita, tinggal sejauh mana kita memandang dan memaknai hidup mereka. Dengan kata lain, sejauh mana hidup mereka bisa bermanfaat untuk orang lain di sekitarnya.
Beberapa waktu lalu, Jum’at siang, penulis menyaksikan sebuah acara di stasiun televisi milik pemerintah yang bertajuk Untukmu Ibu Indonesia. Acara yang dimoderatori oleh Bunda Neno Warisman ini, menghadirkan seorang ayah yang memiliki ribuan ‘anak’ didik.
Adalah Nurrochim, lelaki kelahiran Tegal, 3 Juli 1971, yang telah mampu mengubah terminal Depok, Jawa Barat menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu. Tepatnya, Masjid yang berada di terminal tersebut diubah menjadi sekolah gratis untuk anak-anak jalanan dan preman. Apa yang dilakukan oleh Nurrochim sejak tahun 2000 itu didasari atas keprihatinannya terhadap lingkungan sekitar, di mana banyak sekali anak-anak yang ditemukan tidur di pinggir got karena mabuk.
Pendekatan yang dilakukan Nurrochim untuk menggandeng penduduk sekitar untuk berpartisipasi dalam program yang ia kelola adalah dengan memberi keyakinan kepada penduduk bahwa preman dan anak jalanan sejatinya adalah orang-orang yang membutuhkan teman.
Nurrochim biasa melakukan pendekatan saat anak jalanan atau preman sedang terlibat masalah, seperti terjaring razia polisi atau ketika harus menjalani perawatan di rumah sakit yang membutuhkan biaya besar. Seringkali ia melakukan ‘penculikan’ untuk menyelamatkan mereka yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang sangat besar. Tak heran, jika selanjutnya ia harus berurusan dengan pihak berwajib. Kebiasaan aneh yang didasari keprihatinannya inilah yang lantas memunculkan anggapan orang lain bahwa dirinya adalah orang GILA. Nampaknya, bagi Nurrochim, hal tersebut adalah wajar, karena setiap perjuangan dan pengorbanan untuk kebaikan selalu mendatangkan resiko yang tidak kecil. Hanya kesabaran dan keikhlasan yang dibutuhkan untuk menghadapinya.
Sejak kecil Nurrochim sendiri tumbuh bersama anak jalanan ketimbang berdiam diri di rumah. Hingga akhirnya dikirim untuk belajar di kampung halamannya, Tegal, guna menuntut ilmu di Pesantren Ma’hadut Tholabah hingga lulus SMU. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di Ma’had az-Zaytun Jakarta Selatan. Kemudian dilanjutkan dengan belajar di Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jakarta dan sekarang tengah meneruskan S1-nya di jurusan manajemen pendidikan Universitas Indraprasta Jakarta.
Kini, sekolah yang ia kelola dikenal dengan nama MASTER (Masjid Terminal). Jumlah siswa yang ditampung oleh Nurrochim awalnya hanya 330 anak, setingkat SD dan SMP. Kini, jumlah itu membengkak menjadi sekitar 2.000 orang; 800 siswa SMU, 600 siswa SMP, 400 siswa SD, 200 siswa TK. Ini belum termasuk anak-anak program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan peserta didik kelas malam yang terdiri dari orang-orang dewasa yang belajar di jalur life skill.
Hingga saat ini, usaha yang dilakukan oleh Nurrochim dan rekan-rekan relawan tak hanya di bidang pendidikan. Di bawah manajemen YABIM (Yayasan Bina Insan Mandiri) yang didirikannya, ia juga membuka klinik sehat dan BMT Mandiri. Dalam operasionalnya, ia bekerja sama dengan lembaga zakat seperti Baznas, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat.
Nurrochim mengaku, perjuangannya masih panjang. Masih ada cita-cita yang belum diwujudkan yaitu memiliki perguruan tinggi dan rumah sakit yang dikelola untuk siapa saja yang membutuhkan. Tentu, sebuah cita-cita yang mulia. Semoga cita-cita ini dapat ia wujudkan kelak. Dan semoga mampu menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu berbuat kebaikan dan perbaikan bagi diri dan orang lain. Amiiin..
Wallahu a’lamu bish-shawab

(dari beberapa sumber)

Tulisan sejenis: http://www.gemadepok.com/index.php?mod=article&cat=depok&article=68


Aksi

Information

6 responses

12 06 2009
zerra

apa kabar semua??

30 06 2009
Alkifah

Subhanallah…
Pak Nurrochim telah melakukan sebuah upaya kreatif di tengah keterpurukan umat…
Padahal seharusnya negara adalah pihak yang paling bertanggung jawab..

26 08 2009
shinta dewi

Salam kenal, saya seorang mahasiswi Psikologi di kota Bandung dan saya juga seorang guru yang membuka sekolah gratis bersama suami saya untuk siswa-siswi usia dini yang tidak mampu bersekolah di sekolah reguler.
Saya sendiri sedang menyelesaikan Tugas Akhir mengenai prestasi belajar anak-anak jalanan. Apabila Bapak tidak keberatan, apakah saya diperbolehkan untuk mengadakan pengambilan data terhadap siswa siswi yang Bapak bimbing?
Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terimakasih.

15 12 2009
Nurfitriani

Assalamualaikum..saya mahasiswa Pendidikan Fisika UNJ, kalau boleh saya ingin minta contact dari pak Nurrochim?

16 12 2009
erfandi

wa’alaikumussalam..
sebelumnya mohon maaf, krn sy tidak memiliki kontak pak Nurrochim
info selengkapny ttg Sekolah Master bisa dilihat disini http://yabimmaster.blogspot.com/
maaf.. ^_^

18 05 2010
NUR ROCHIM

ASALAMUALAIKUM…SESUNGGUHNYA ALLAH.S.W.T TELAH MENGERTI MAKSUT DAN TUJUAN KITA SEMUA. Baik dan buruk yang ada dalam niat kita telah tertuliskan sebelumnya. saya tidak bisa berdoa untuk bapak dan kawan- kawan, karena bila di hitung amal ibadah saya jauh dibanding BAPAK NUR ROCHIM, saya tidak pernah melakukan kegiatan amal, itu saya akui karena saya ingin berubah. saya membutuhkan bimbingan dari orang-orang seperti bapak dan kawan-kawan. SAYA JUGA NUR ROCHIM, tapi tidak tahu kenapa ini yang terjadi. Saya terlalu kono-kono ( biarin saja: red) terhadap apa yang terjadi, saya lebih mementingkan diri saya sendiri. kalau saya enjoi ya saya lanjutin lha kalu bikin pusing ya selamat tinggal…..maaf jadi curhat. SAYA BERHARAP NIAT YANG BAPAK LAKUKAN BERSAMA TEMAN – TEMAN IKLAS, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: