Matinya Lilin Kehidupan

19 02 2010

Ia berjalan di antara manusia, mengajari manusia dengan memerintahkan mereka atas suatu perkara sebagaimana perintah Rabbnya dan melarang mereka atas suatu perkara sebagaimana larangan Rabbnya. Ia menerangi kegelapan yang masih bercokol di relung-relung jiwa manusia, membawa mereka dari kegelapan kepada cahaya (minazh-zhulumati ilan-nur). Mereka menyebutnya sebagai kyai, ustadz, guru ngaji, da’i, pendakwah, aktivis dakwah, atau sebutan lain yang serupa. Ia lantang meneriakkan tegaknya kebenaran dan robohnya kebathilan; memerintahkan kebaikan dan melarang berbagai bentuk kemaksiatan; nasehatnya mengena menghujam jiwa manusia.

Namun, tak banyak manusia tahu tentang bagaimana dirinya, bagaimana kehidupan sehari-harinya. Ia adalah manusia yang lupa dan lalai akan dirinya; meneriakkan tegaknya kebenaran tetapi ia lupa dan lalai untuk menegakkan kebenaran dalam dirinya; menginginkan robohnya kebathilan tetapi ia lupa dan lalai akan kebathilan dalam dirinya; memerintahkan kebaikan dan melarang kemaksiatan tetapi ia lupa dan lalai untuk memberlakukannya dalam diri.

Sungguh, firman Rabbnya terasa hambar tak mengena bagi dirinya, “mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri,” (QS.Al-Baqarah [2]: 44); ia tak berbeda jauh dengan kaum Bani Israel yang disindir oleh Rabbnya dalam ayat tersebut, meski di sisi kaum itu terdapat Al-Kitab (Taurat). Bahkan pertanyaan lain dari Rabbnya tak mampu mengusik jiwanya, “mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (QS. Ash-Shaf [61]: 2), padahal konsekuensi dari tindakan yang demikian adalah sangat buruk, yaitu kebencian yang amat besar di sisi Allah (kabura maqtan ‘indallah).

Dirinya bagaikan lilin yang menerangi kehidupan umat manusia, sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jundub bin Abdullah Al-Azdi, “Perumpamaan orang yang mengajari manusia kebaikan, kemudian ia melupakan dirinya seperti lilin (siraj) yang menerangi orang lain tetapi membakar dirinya sendiri”. Perlahan namun pasti, dirinya terbakar akibat lupa dan lalai sebagaimana lilin. Akhirnya lilin itu mati, dan tak mampu lagi menerangi kehidupan umat manusia.

Adakah kita termasuk orang-orang yang demikian? Na’udzubillahi min-dzalik.

Terakhir, ada baiknya kita menyimak pesan Imam Syafi’i dalam sya’ir indahnya—dalam Kalam Hikmah Imam Syafi’i (judul asli: Mawa’idh Imam Syafi’i) karya Shalih Ahmad Asy-Syami—berikut ini:

Wahai yang menasehati manusia, mengapa kau melakukannya

Wahai umurnya yang dihitung dengan jiwa

Jagalah ubanmu dari aib yang kan mengotori

Karena sesungguhnya warna putih akan mudah tampak kotor

Bagai seorang yang mencucikan baju orang lain

Sedang bajunya sendiri tercelup ke dalam kubangan najis

Kau mencari keselamatan, namun tak kau tempuh jalan ke sana

Sesungguhnya bahtera itu tidak berlayar di atas daratan kering.

Wassalamu ‘ala manittaba’al-huda

Wallahu a’alamu bish-shawab

Malang, 18 Februari 2010 Pk. 09.29 WIB

Irfan Andi

-Salam Setetes Embun-

#tulisaninisekedarrenunganbuatdiriyangsukamenasehatiorangnamunseringkalilalai


Aksi

Information

4 responses

19 02 2010
Najwa Zuhur

Jika sempurna akal seseorang, maka sedikit ‘bicaranya’

Man ghassa falaisa minna — “Barangsiapa yang menipu tidak termasuk golongan kami”. Kalau anda mengambil hadis dan mengujinya di dalam kehidupan (Adzami memberi contoh, bagaimana ia menemukan seorang penjual susu yang menempelkan hadis ini di atas tokonya, tapi ternyata ia menambah air dalam susu yang dijualnya). Meskipun Anda percaya Al-Quran dan Hadis, tapi dalam praktek kehidupan kita kita jauh dari sunnah. Ini salah satu kesulitan kita. Kalau kita menjadi good practicse-nya moslem. Saya tidak bicara tentang Islamisasi ilmu di sini. Tapi saya ingin menegaskan bahwa pengetahuan di Islam masih sangat jauh dari praktek. Islam itu sebenarnya pratek, bukan teori.

19 02 2010
Mbah Jiwo

salam kenal lilin…

21 02 2010
erfandi

@ Najwa
syuwun2..
hmm..menambah ilmu lagi.. saling mengingatkan..
Islam itu ada teorinya lantas dipraktekkan.. ^_^

@ Mbah Ji
lilin kenal salam..😀

30 01 2012
zulkarnain

@nain ,,, knapa haruz lilin knpa gax nama orang nya aj di sebutin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: