Catatan si Fulan adalah catatan pengalaman pribadi penulis, sebagai bahan renungan, introspeksi dan juga inspirasi. Semoga bermanfaat.
Si fulan memiliki seorang teman, yang terbiasa mengucapkan (menulis) salam secara lengkap, assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Kebiasaan tersebut lantas ditiru oleh teman lain bukan karena apa-apa, hanya karena berharap mendapat berkah yang lebih. Memang, terasa biasa saja ucapan salam yang demikian; atau malah terlalu berlebihan, karena membutuhkan waktu lebih, energi lebih, dan bahkan biaya lebih, untuk mengucapkannya atau menuliskannya. Tetapi benarlah apa yang disampaikan seorang teman si fulan yang disebutkan terakhir, ada berkah yang lebih yang menyertai waktu, energi dan biaya yang berlebih tersebut. Baca entri selengkapnya »


Sebuah inspirasi, bisa datang dari siapa saja. Apakah ia orang miskin ataukah orang kaya, apakah ia tinggal di desa ataukah hidup di kota, apakah ia orang terpandang ataukah orang biasa, semua bisa menjadi inspirasi bagi kita, tinggal sejauh mana kita memandang dan memaknai hidup mereka. Dengan kata lain, sejauh mana hidup mereka bisa bermanfaat untuk orang lain di sekitarnya.
Jika kemarin si fulan telah menegaskan untuk tidak menerima ‘amplop’ pemilu, sekarang ia merasa prihatin dengan pelaksanaan pemilu 9 April lalu. Pasalnya, tidak sedikit para caleg yang membagi-bagi ‘amplop’ dan sejenisnya kepada masyarakat agar mau mencontreng namanya saat pemilihan berlangsung. Fakta ini bisa dikatakan terjadi hampir di semua daerah. Di kampung si fulan, kampung S, terbukti seorang caleg melalui perwakilannya membagi-bagikan ‘amplop’ malam hari menjelang pemilihan berlangsung.
Menjelang dilaksanakannya PEMILU 2009, tiba-tiba si Fulan teringat dengan masa lalunya



Komentar Terakhir