Memberi Teladan yang Baik

3 02 2010

Catatan si Fulan adalah catatan pengalaman pribadi penulis, sebagai bahan renungan, introspeksi dan juga inspirasi. Semoga bermanfaat.

Si fulan memiliki seorang teman, yang terbiasa mengucapkan (menulis) salam secara lengkap, assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Kebiasaan tersebut lantas ditiru oleh teman lain bukan karena apa-apa, hanya karena berharap mendapat berkah yang lebih. Memang, terasa biasa saja ucapan salam yang demikian; atau malah terlalu berlebihan, karena membutuhkan waktu lebih, energi lebih, dan bahkan biaya lebih, untuk mengucapkannya atau menuliskannya. Tetapi benarlah apa yang disampaikan seorang teman si fulan yang disebutkan terakhir, ada berkah yang lebih yang menyertai waktu, energi dan biaya yang berlebih tersebut. Baca entri selengkapnya »





Setetes Embun Merdu

30 01 2010





Pengorbanan Demi Meraih Ridho Allah

17 01 2010

Oleh: Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni

Orang-orang yang besar rela dikorbankan di jalan Allah Yang Mahabesar, karena mereka telah menjual dirinya secara tunai dan menerima pembayaran arwahnya di majelis transaksi atas dasar perjanjian. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri mereka.” (QS.At-Taubah (9): 111) Adapun orang-orang yang merugi, maka jiwa mereka dicabut dengan paksa. Mereka tidak mau melakukan pengorbanan karena imbalannya itu ditangguhkan dan transaksinya tanpa saksi. Tertuliskan di dalamnya: “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS.Al-Hijr (15): 3) Baca entri selengkapnya »





Kesederhanaan Cinta

10 01 2010

Tidak sedikit di antara manusia, ketika hatinya dilanda cinta, cinta kepada lawan jenisnya, selalu memposisikan cinta dan orang yang dicintainya pada tempat istimewa. Perasaan jiwanya menggelora, menggebu-gebu, seolah relung jiwanya dipenuhi ‘minyak’ cinta yang disulut ‘api’ asmara, lantas ‘membakar’ diri, dibakar api cinta. Atau seolah ia telah meneguk beberapa gelas ‘anggur’ cinta, lantas tak sadarkan diri dengan apa yang ada disekitarnya, dimabuk cinta. “..wa tarannasa sukara, wa ma hum bisukara,..dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk.” Akan tetapi karena cinta yang memabukkannya. Baca entri selengkapnya »





Waspada Sifat Sombong

10 01 2010

Catatan si Fulan adalah catatan pengalaman pribadi penulis, sebagai bahan renungan, introspeksi dan juga inspirasi. Semoga bermanfaat.

Si fulan duduk di shof terdepan di masjid tak jauh dari tempat tinggalnya. Mendengar bait-bait khutbah yang sangat rugi untuk dilewatkan. Khotib menyampaikan tentang 3 dosa besar yang pernah terjadi pada permulaan sejarah umat manusia, yaitu sombong, tamak dan iri hati. Kesombongan yang pernah dilakukan iblis yang enggan bersujud kepada Adam. Ketamakan Adam yang memakan buah terlarang atas bujuk rayu iblis. Dan iri hati Habil kepada saudaranya, Qabil yang berujung pembunuhan. Tiga dosa yang tentunya sangat mungkin terjadi pada diri si fulan dan juga kita. Baca entri selengkapnya »





Le Grand Voyage: Perjalanan Menemukan Kemurnian Diri

20 11 2009

Saat ini, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong melakukan perjalanan menuju Kota Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji yang merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Musim haji penuh berkah ini mengingatkan penulis pada salah satu film asal Prancis garapan Ismael Ferroukhi yang telah dirilis pada tahun 2004 silam. Adalah Le Grand Voyage (Ar-rihlatul Kubro), sebuah film yang menceritakan perjalanan seorang ayah ditemani anaknya mengendarai mobil dari Prancis hingga Mekkah guna menjalankan misi suci ibadah haji. Baca entri selengkapnya »





Mendebukan Telapak Kaki Sesaat

11 07 2009

images

Oleh: Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni

Ketika Usamah bin Zaid bersiap-siap untuk keluardi jalan Allah bersama pasukannya sesudah Rasulullah wafat, keberangkatannya dilepas oleh khalifah pertama, Abu Bakar ash-Shidiq r.a.

Usamah menaiki hewan kendaraannya, sedang Abu Bakar berjalan kaki. Usamah pun berniat akan turun dari kendaraannya agar khalifahlah yang mengendarainya. Tetapi, Ash-Shidiq berkata: “Jangan turun! Demi Allah, aku tidak mau naik. Apalah salahnya aku jika mendebukan telapak kakiku sesaat di jalan Allah.” Baca entri selengkapnya »





Nurrochim and The Master: Inspirasi Sejenak

10 06 2009

nurrochim01Sebuah inspirasi, bisa datang dari siapa saja. Apakah ia orang miskin ataukah orang kaya, apakah ia tinggal di desa ataukah hidup di kota, apakah ia orang terpandang ataukah orang biasa, semua bisa menjadi inspirasi bagi kita, tinggal sejauh mana kita memandang dan memaknai hidup mereka. Dengan kata lain, sejauh mana hidup mereka bisa bermanfaat untuk orang lain di sekitarnya.
Beberapa waktu lalu, Jum’at siang, penulis menyaksikan sebuah acara di stasiun televisi milik pemerintah yang bertajuk Untukmu Ibu Indonesia. Acara yang dimoderatori oleh Bunda Neno Warisman ini, menghadirkan seorang ayah yang memiliki ribuan ‘anak’ didik. Baca entri selengkapnya »





Si Fulan dan ‘Amplop’ Pemilu (2)

16 05 2009

images2Jika kemarin si fulan telah menegaskan untuk tidak menerima ‘amplop’ pemilu, sekarang ia merasa prihatin dengan pelaksanaan pemilu 9 April lalu. Pasalnya, tidak sedikit para caleg yang membagi-bagi ‘amplop’ dan sejenisnya kepada masyarakat agar mau mencontreng namanya saat pemilihan berlangsung. Fakta ini bisa dikatakan terjadi hampir di semua daerah. Di kampung si fulan, kampung S, terbukti seorang caleg melalui perwakilannya membagi-bagikan ‘amplop’ malam hari menjelang pemilihan berlangsung. Baca entri selengkapnya »





Si Fulan dan ‘Amplop’ PEMILU

25 03 2009

images2Menjelang dilaksanakannya PEMILU 2009, tiba-tiba si Fulan teringat dengan masa lalunya, saat di kampung diadakan pemilihan kepala desa. Yang ia ingat bukanlah wajah dari calon-calon yang bersaing, sebagaimana banyaknya wajah para calon wakil rakyat yang terpampang di pinggir jalan saat ini. Melainkan ia ingat akan ‘amplop’ yang pernah diberikan oleh salah satu calon kepada orang tuanya sebagai wujud permohonan doa restu (baca: dukungan). ‘Amplop’ yang diterima sebanyak empat buah, untuk si Fulan, kakaknya dan untuk kedua orang tuanya. Namun, ayah si Fulan menyimpan keempat ‘amplop’ tersebut ke dalam almari. Sang ayah menyatakan bahwa ‘amplop’ tersebut tidak akan dipergunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk disumbangkan. Baca entri selengkapnya »